Pada orang dewasa (18 tahun+), hipertensi atau darah tinggi dapat didetentukan sebagai salah satu pengukuran tekanan darah sistolik atau diastolik yang terus-menerus dengan melebihi nilai normal yang dapat diterima.
Apabila pengukuran didapat dari hasil pemantauan
ambulatori 24 jam atau pemantauan di rumah, biasanya digunakan batasan yang lebih rendah yaitu dengan
sistolik 135 mmHg atau
diastolik 85 mmHg. Beberapa pedoman internasional terbaru tentang hipertensi juga telah membuat kategori di bawah kisaran hipertensi untuk menunjukkan risiko yang berkesinambungan pada tekanan darah yang lebih tinggi dari kisaran normal.
JNC7 (2003) menggunakan istilah pra-hipertensi untuk tekanan darah dalam kisaran sistolik 120–139
mmHg atau diastolik 80–89
mmHg, sedangkan Pedoman
ESH-ESC (2007) dan
BHS IV (2004) menggunakan kategori optimal, normal, dan normal tinggi untuk membagi tekanan sistolik di bawah 140 mmHg dan diastolik di bawah 90
mmHg. Hipertensi juga digolongkan lagi sebagai berikut: JNC7 membedakan hipertensi derajat I, hipertensi derajat II, dan hipertensi sistolik terisolasi. Hipertensi sistolik terisolasi mengacu pada peningkatan tekanan sistolik dengan tekanan diastolik normal dan umumnya terjadi pada kelompok usia lanjut.
Pedoman ESH-ESC (2007) dan BHS IV (2004), mendefinisikan hipertensi derajat ketiga (derajat III) untuk orang dengan tekanan darah sistolik di atas 179 mmHg atau tekanan diastolik di atas 109 mmHg. Hipertensi tergolong “resisten” bila obat penurun tekanan darah tertentu tidak mengurangi tekanan darah (menjadi normal) dan perlu mencoba obat yang lain.
0 komentar:
Post a Comment