Ads By Google


KRISIS HIPERTENSI


KRISIS HIPERTENSI
KRISIS HIPERTENSI
Hipertensi adalah salah satu faktor resiko utama penyakit vaskular jantung, saraf dan ginjal, dimana lebih dari setengah penyebab angka kematrian pada negara maju. Prevalensi hipertensi pada populasi masih cukup tinggi dan diperkirakan  1-2 % penderita hipertensi dapat terjadi kirisis hipertensi.Di Indonesia belum ada laporan tentang angka kejadian ini.
Berbagai gambaran klinis dapat menunjukkan keadaan kritis Htdan secara garis besar, The Fifth Report of The Join National Comitte on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNCV)  menbagi hepertensi ini menjadi 2 golongan yaitu: hipertensi emergensi (darurat) dan hipertensi urgensi (mendesak).


Membedakan kedua golongan krisis hepertensi ini bukanlah dari tingginya tekanan darah, tapi dari kerusakan organ sasaran. Kenaikan  tekanan darah yang sangat pada seorang penderita dipikirkan suatu keadaan emergensi bila terjadi kerusakan secara cepat dan progrsif dari sistem syaraf sentral, miokardinal, dan ginjal  hepertensi emergensi dan urgensi perlu dibedakan karena cara penanggulangan keduanya berbeda.
Gambaran klinis  hepertensi berupa  tekanan darah yang sangat tinggi (umunya  tekanan darah diastolik > 120mmHG) dan menetap pada nilai- nilai yang tinggi dan terjadi dalam waktu yang singkat dan menimbulkan keadaan klinis gawat. Seberapa besar  tekanan darah yang dapat menyebabkan krisis  hepertensi tidak dapat dipastikan, sebab hal ini juga bisa terjadi pada penderita yang sebelumnya npmortensi atau  hepertensi ringan/sedang. 


Walaupun telah banyak kemajuandalam pengobatan  hepertensi , namun para klinisi harus tetap waspada akan kejadian krisis  hepertensi , sebab penderita yang jatuh dalam keadaan ini dapat membahayakan jiwa /kematian bila tidak ditaggulangi dengan cepat dan tepat . Pengobatan yang cepat dan tepat serta intensif labih diutanakan daripada prosedur diagnostik karean asebagian besar komplkai krisis  hepertensi bersifat reversdibel. Dalam menanggulangi krisis  hepertensi dengan obat anti hipertensi, diperlukan pemahaman mengenai autoregulasi  tekanan darah dan aliran darah, pengobatan yang selectif dan terarah terhadap masalah medis, yang menyertai, pengetahuan mengenai obat parenteral dan oral anti hipertensi, variasi regimen pengobatan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang memadai dan efek samping yang minimal.
Share on Google Plus
    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment

IKLAN BARIS

Blog atau Website Anda Butuh Artikel ?
Kunjungi disini BELANJA ARTIKEL
Harga Mulai 5.000-an !!!