KRISIS HIPERTENSI
Berbagai gambaran klinis dapat menunjukkan keadaan kritis Htdan secara garis besar, The Fifth Report of The Join National Comitte on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNCV) menbagi hepertensi ini menjadi 2 golongan yaitu: hipertensi emergensi (darurat) dan hipertensi urgensi (mendesak).
Membedakan kedua golongan krisis hepertensi ini bukanlah dari tingginya tekanan darah, tapi dari kerusakan organ sasaran. Kenaikan tekanan darah yang sangat pada seorang penderita dipikirkan suatu keadaan emergensi bila terjadi kerusakan secara cepat dan progrsif dari sistem syaraf sentral, miokardinal, dan ginjal hepertensi emergensi dan urgensi perlu dibedakan karena cara penanggulangan keduanya berbeda.
Gambaran klinis hepertensi berupa tekanan darah yang sangat tinggi (umunya tekanan darah diastolik > 120mmHG) dan menetap pada nilai- nilai yang tinggi dan terjadi dalam waktu yang singkat dan menimbulkan keadaan klinis gawat. Seberapa besar tekanan darah yang dapat menyebabkan krisis hepertensi tidak dapat dipastikan, sebab hal ini juga bisa terjadi pada penderita yang sebelumnya npmortensi atau hepertensi ringan/sedang.
Walaupun telah banyak kemajuandalam pengobatan hepertensi , namun para klinisi harus tetap waspada akan kejadian krisis hepertensi , sebab penderita yang jatuh dalam keadaan ini dapat membahayakan jiwa /kematian bila tidak ditaggulangi dengan cepat dan tepat . Pengobatan yang cepat dan tepat serta intensif labih diutanakan daripada prosedur diagnostik karean asebagian besar komplkai krisis hepertensi bersifat reversdibel. Dalam menanggulangi krisis hepertensi dengan obat anti hipertensi, diperlukan pemahaman mengenai autoregulasi tekanan darah dan aliran darah, pengobatan yang selectif dan terarah terhadap masalah medis, yang menyertai, pengetahuan mengenai obat parenteral dan oral anti hipertensi, variasi regimen pengobatan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang memadai dan efek samping yang minimal.

0 komentar:
Post a Comment